Apa Obat Untuk mengobati sipilis ?

Apa obat untuk mengobati sipilis ? yang mudah di peroleh serta cepat menyembuhkan penyakit ini ?

ciricirisipilis.com – obat yang sudah umum di gunakan di rumah sakit untuk mengobati sipilis salah satunya adalah dengan antibiotik penisilin. Penisilin cukup berhasil dan bisa digunakan untuk mengobati sifilis primer dan sekunder. Penisilin biasanya diberikan melalui suntikan. Tersedia jenis antibiotik lain yang juga bisa membunuh bakteri penyebab sifilis jika Anda alergi terhadap penisilin.

apa obat untuk mengobati sipilis - ciricirisipilis

Penisilin dengan konsentrasi 0,003 unit/ml mempunyai aktifitas treponemisidal yang jelas, dan penisilin adalah pengobatan pilihannya. Sifilis dengan durasi kurang dari 1 tahun diobati dengan injeksi tunggal benzatin penisilin G secara intramuscular. Pada sifilis stadium lebih yang lebih lanjut/ laten, benzatin penisilin G secara intramuscular diberikan 3 kali dengan interval 1 minggu. Pada neurosifilis, juga diberikan pengobatan yang sama, tetapi dosis tinggi penisilin intravena kadang satu minggu. Pada neurosifilis, juga diberikan pengobatan yang sama, tetapi dosis tinggi penisilin intravena kadang direkomendasikan. Antibiotic lainnya, misalnya, tetrasiklin atau eritromisin, kadang – kadang dapat diberikan. Pengobatan gonorhoe diduga dapat menyembuhkan sifilis yang sedang berada dalam masa inkubasi. Tidak lanjut jangka panjang juga diperlukan. Pada neurosifilis, treponema kadang – kadang dapat bertahan terhadap pengobatan tersebut. Kekambuhan neurologic yang parah pada sifilis yang sudah diobati terjadi pada penderita acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) yang etrinfeksi oleh HIV dan T pallidum. Reaksi khas Jarisch-Herxheimer dapat muncul dalam beberapa jam setelah dimulainya pengobatan. Hal ini terjadi pelepasan produk toksin dari spiroketa yang hamper mati atau telah mati (Jawetz, Melnick, dan Adelberg, 2007).

Pada pemberian pengobatan dengan logam berat atau penisilin sebagai penderita menunjukkan adanya reaksi Jarish-Herxheimer dengan tanda – tanda:

  • Penderita mengalami febris, suhu badan 38oC atau lebih, sakit kepala, malaise.

Reaksi ini seiring dijumpai pada sifilis primer atau penyakit pada stadium dini dan terjadinya dalam waktu 2 – 12 jam setelah terjadinya pengobatan. Terjadinya reaksi ini diduga akibat banyaknya bakteri yang mati setelah pemberian obat (Tim Mikrobiologi, 2003).

Satu suntikan penisilin bisa menghentikan perkembangan penyakit jika Anda terinfeksi kurang dari satu tahun. Untuk infeksi yang lebih dari satu tahun, Anda mungkin perlu penambahan dosis. Pengobatan biasanya diberikan selama kurang lebih 14 hari, tapi bisa berjalan lebih lama pada beberapa kasus.

Untuk sifilis tersier, pengobatan memakan waktu lebih lama dan antibiotik diberikan melalui infus. Pengobatan ini bertujuan untuk menghentikan infeksi tapi tidak bisa memperbaiki kerusakan yang disebabkan sifilis tersier. Sifilis pada kehamilan juga diobati dengan antibiotik. Obat-obatan antibiotik tidak memiliki pengaruh pada bayi.

Pada awam pengobatan antibiotik dimulai, beberapa penderita sifilis bisa merasakan reaksi Jarisch-Herxheimer. Reaksi ini muncul akibat tersebarnya racun dari sel-sel bakteri yang dibunuh oleh obat-obatan antibiotik. Gejala yang muncul berupa demam, sakit kepala, dan nyeri pada otot dan persendian. Ini bukan kondisi yang serius, biasanya hanya bertahan selama satu hari. Parasetamol bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit, tapi jika gejala memburuk, segera hubungi dokter.

Bagi wanita, beberapa obat-obatan antibiotik untuk sifilis bisa mengganggu metode kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Alat kontrasepsi lainnya seperti kondom bisa digunakan saat sedang menjalani pengobatan antibiotik.

Lihaj juga artikel lainnya :