5 jenis pantangan makanan penderita sipilis

5 jenis pantangan makanan penderita penyakit sipilis yang harus di hindari

ciricirisipilis.com – Sipilis ini merupakan jenis penyakit yang berkembang cepat karena di sebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Treponema pallidum merupakan bakteri batang berkuran panjang, ramping, berbentuk lengkung heliks, spiral atau bentuk alat pembuka tutup botol (corkscrew), bersifat gram negative. Treponema pallidum mempunyai selubung luar atau lapisan glikosaminoglikan. Di dalam selubung luar terdapat membrane luar, yang mengandung peptidoglikan dan yang mempertahankan integritas struktur organisme.

pantangan makanan penderita penyakit sipilis

Treponema pallidum merupakan bakteri berbentuk spiral yang merupakan penyebab penyakit sifilis. Penyakit ini primer menyerang manusia dan penularannya terjadi melalui kontak seksual serta menyebar dari satu manusia ke manusia lain. Di Eropa, lebih dikenal dengan nama Italian disease, French disease atau the greatpox yang harus dibedakan dengan smallpox. Menurut John Hunter (1767) dan Ricord (1838), penyakit sifilis merupakan penyakit yang infeksius.

sipilis dapat menyerang seluruh organ tubuh. Perjalanan penyakit dapat mengalami masa laten tanpa manifestasi klinis, dan menjadi sumber penularan di masyarakat khususnya wanita penjaja seks (WPS). Penyakit ini dapat ditularkan kepada bayi di dalam kandungan, dan menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, kecacatan, serta lahir mati. sipilis yang tidak diterapi dapat menjadi sipilis lanjut, yaitu sipilis tersier benigna (gumma), sipilis kardiovaskuler, dan neurosipilis. Selain itu sipilis juga dapat menyebabkan terjadinya ulkus yang meningkatkan risiko penularan human immunodeficiency virus (HIV) sebesar 2-9 kali. Eliminasi sipilis menjadi sangat penting, tidak hanya untuk pencegahan sipilis lanjut, tetapi juga mencegah penularan dan progresivitas HIV.

World health organization (WHO) memperkirakan di seluruh dunia ditemukan sekitar 12 juta kasus baru sipilis setiap tahunnya, antara lain di Asia Selatan dan Tenggara sebanyak 4 juta kasus, Afrika sub-Sahara sebanyak 4 juta kasus, serta Amerika Latin dan Karibia sebanyak 3 juta kasus.2 Penelitian Departemen Kesehatan (DepKes) terhadap WPS di 7 kota besar di Indonesia pada tahun 2003 dan 2005 mendapatkan rerata prevalensi sipilis masing-masing sebesar 11%5 dan 8,7%6. Mengingat banyaknya kasus sipilis laten tanpa gejala (98,6%) dan tanpa tanda (99%), maka sebagian besar WPS tidak akan mencari pengobatan, dengan demikian rantai penularan akan terus berlanjut dan penyakit semakin berkembang dalam tubuh.

Angka infektifitas terkait dengan golongan umur seksual aktif, yaitu tertinggi pada golongan usia 20-24 tahun, kemudian sedikit berkurang pada golongan usia 19 tahun, dan lebih rendah pada golongan usia 25-29 tahun.

Pada akhir tahun 1940-an ternyata penisilin aktif dalam membasmi sipilis pada setiap stadium kliniknya, baik pada infeksi laten maupun pada infeksi kongenital. berikut ini 5 pantangan makanan penderita sipilis yang harus di hindari :

  1. Semua jenis daging : Sapi, kambing, babi dan ayam ( Unggas ) : Daging sapi dianggap pilihan yang paling populer dari semua daging merah. Kelebihannya: Daging sapi tanpa lemak mengandung 60 persen dari nilai kecukupan harian untuk protein hanya dalam 100 gram, Sumber vitamin B12 dan sumber vitamin B6. Vitamin B12 adalah hanya ditemukan dalam produk hewani dan sangat penting untuk metabolisme sel, menjaga sistem saraf yang sehat dan produksi sel darah merah dalam tubuh. Daging sapi tanpa lemak memiliki zinc (seng) enam kali lebih tinggi dari pada daging lainnya. Zinc membantu mencegah kerusakan pada dinding pembuluh darah yang berkontribusi terhadap penyempitan pembuluh darah. aterosklerosis. Sumber zat besi yang baik serta mengandung selenium dan fosfor.
    Daging sapi mengandung lemak jenuh yang tinggi dan dianggap meningkatkan risiko kanker. Daging sapi yang tidak dimasak dengan benar juga bisa mengundang penyakit. Untuk pilihan terbaik, pilihlah daging sapi organik yang bebas hormon dan antibiotik. Selain itu pilihlah bagian daging tanpa lemak.
  2. Semua jenis ikan terutama ikan bandeng, tongkol, ikan asin, cumi, udang, kepiting dan seafood : Bagi sebagian orang mengkonsumsi makanan seafood adalah pantangan. Mengapa? Karena pada beberapa orang, seafood adalah makanan yang memicu munculnya alergi pada tubuh. Pada dasarnya alergi disebabkan oleh reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap kandungan dari seafood yang kita makan. Bila kita memakan ikan, pilihlah ikan yang masih dalam kondisi segar karena kandungannya masih bagus, namun ikan tersebut adalah bahan pangan yang kandungannya mudah rusak karena ikan mengandung banyak air.Ketika ikan disimpan terlalu lama, maka protein dalam ikan akan membentuk potongan-potongan yang disebut peptida. Ketika peptida dikonsumsi oleh tubuh, kekebalan tubuh (antibodi) akan menganggapnya sebagai racun sehingga akan bereaksi berlebihan dan menyebabkan alergi. Selain itu ketika ikan sudah tidak fresh lagi, zat didalam ikan akan membentuk suatu senyawa yang disebut histamin yang terbentuk dari asam amino yang mengalami degradasi. Reaksi ini lah yang akan menyebabkan mikroba mudah masuk dan berkembang didalam ikan karena kandungan ikan yang disimpan terlalu lama akan rusak.
  3. Telor : Telur mengandung kolesterol pada bagian kuning telurnya. Satu butir telur ayam mengandung sekitar 212 mg kolesterol. Karena konsumsi kolesterol yang disarankan adalah maksimal sekitar 300 mg per hari untuk orang sehat, kandungan kolesterol tinggi dalam telur itu membuat banyak orang menghindarinya.
    Namun, ketakutan itu sebenarnya berlebihan. Ingatlah bahwa ada dua jenis kolesterol, yang “baik” (HDL) dan “jahat” (LDL). Lipid dalam telur terdiri dari 1/3 asam lemak jenuh dan 2/3 asam lemak tak jenuh. Banyak penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur 2 – 3 butir per minggu tidak berbahaya bagi kita. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition menunjukkan bahwa risiko penyakit kardiovaskuler pada laki-laki dan perempuan tidak meningkat dengan meningkatnya konsumsi telur. Bahkan sebaliknya, dari temuan mereka setelah menganalisis lebih dari 27.000 subyek, diketahui bahwa mereka yang mengonsumsi telur memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan yang tidak makan telur.
    Penelitian Harvard School of Public Health menunjukkan kolesterol dalam telur tidak berdampak negatif pada kadar kolesterol darah orang sehat. Penelitian ini dan banyak penelitian lain menunjukkan tidak ada hubungan antara makan telur dan risiko lebih tinggi penyakit jantung atau stroke pada orang dewasa yang sehat. Beberapa studi terbaru bahkan menunjukkan bahwa kolesterol HDL meningkat pada orang yang senang memakan telur.
  4. Mentimun, kol, Kobis dan sawi : Bagi anda yang ingin mencoba khasiat dari buah timun ini, sangat disarankan agar tidak berlebihan. Karena efek samping mentimun jika pemakaian atau mengkonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti mengalami kebotakan atau toksisitas yang disebabkan oleh kandungan kimia dalam buah timun.
  5. Kopi, Susu dan minuman bersoda/ Alkohol : Banyak orang, terutama anak-anak dan remaja suka minum soda atau minuman ringan yang berkarbonasi (carbonated soft drinks). Coca Cola, Pepsi Cola, Fanta, and Sprite adalah minuman yang amat populer. Tapi, tahukah mereka bahayanya bagi kesehatan mereka?
    Menurut satu penelitian di Eropa, 1 minuman kaleng soda per hari bisa meningkatkan resiko penyakit diabetes / gula dan stroke.
    Banyak iklan minuman soda di TV membuat orang yakin bahwa minuman tersebut tidak apa-apa. Keren dan tidak merusak kesehatan kita.
    Banyak ahli yakin bahwa terlalu banyak fruktosa dalam minuman ringan bisa meningkatkan tekanan darah yang akhirnya menyebabkan jantung “terbakar” (heartburn). Soft Drink juga menyebabkan Sindrom Metabolik/Pencernaan, termasuk kombinasi gejala darah tinggi, kegemukan (obesitas), kolesterol tinggi, gagal ginjal, dan perlawanan insulin (insulin resistance).
    Terlalu banyak mengkonsumsi Soda lonjakan gula darah dan insulin, yang dapat menyebabkan peradangan dan resistensi insulin, yang keduanya dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes, obesitas dan kanker.
    Dosis besar fruktosa dari kedua sukrosa (gula dapur) dan sirup jagung fruktosa tinggi mungkin sangat merugikan kesehatan Anda karena dapat menyebabkan akumulasi metabolik racun lemak perut metabolik, kelainan kolesterol – termasuk trigliserida tinggi dan menurunnya tingkat HDL (kolesterol baik) – dan penyakit hati berlemak yang berkaitan dengan nonalkohol.
    Soda juga berhubungan dengan gejala penyakit refluks gastro-esofagus, ketika kebocoran isi perut kembali dan menyebabkan sensasi terbakar di kerongkongan. Sementara minum soda tidak diketahui menyebabkan bisul, hal ini dapat menyebabkan gejala memburuk.